animasi blog

Wednesday, 13 April 2016

Tugas 3 - Kesehatan Mental (Abraham Maslow)


ABRAHAM MASLOW





Konsep Kepribadian Maslow
Abraham Harold (Abe) Maslow lahir pada 1 April, 1908 di Manhattan, New York dan menghabiskan masa kecilnya dengan tidak bahagia di Brooklyn. Maslow adalah anak tertua dari tujuh bersaudara dan kehidupan masa kecilnya dipenuhi dengan perasaan malu, rendah diri, dan depredi yang kuat. Maslow sangat membenci ibunya karena dirinya menganggap bahwa ibunya tidak memiliki rasa cinta bagi orang lain.
Teori kepribadian Maslow dibuat berdasarkan beberapa asumsi dasar mengenai motivasi. Asumsi tersebut yaitu seperti pendekatan menyeluruh pada motivasi, motivasi terdiri dari beberapa hal, orang-orang berulang kali termotivasi untuk berbagai kebutuhan, semua orang dimanapun termotivasi oleh kebutuhan dasar yang sama, dan kebutuhan-kebutuhan dapat dibentuk menjadi sebuah hierarki. Maslow beranggapan bahwa motivasi memengaruhi keseluruhan individu dan berlangsung secara terus-menerus serta berlaku pada semua orang. Orang-orang termotivasi oleh empat dimensi kebutuhan yaitu:
1.      Konatif (usaha yang diniati) yang bersifat instinctoid, dimana apabila berbagai kebutuhan di dalamnya tidak terpenuhi, maka akan menimbulkan penyakit. Konatif dibagi ke dalam lima kebutuhan berbentuk hierarki yang urutannya dapat terbalik dan seringkali tidak disadari, yaitu :
a)      Kebutuhan fisiologis
b)     Kebutuhan akan rasa aman
c)      Kebutuhan akan rasa cinta dan keberadaan
d)     Kebutuhan akan penghargaan
e)      Aktualisasi diri.
2.      Estetika (kebutuhan akan keteraturan dan keindahan).
3.      Kognitif (kebutuhan akan pengetahuan).
4.      Neurotik (pola hubungan dengan orang lain yang tidak produktif).
Dalam filosofi ilmunya, Maslow juga mengusulkan sikap Taoistik yaitu sikap yang tidak berpengaruh, menerima, mendengarkan ide-ide baru, dan subjektif.

Kepribadian sehat menurut Maslow
Menurut Maslow, kepribadian yang normal dan sehat ditandai oleh unitas, integrasi, konsistensi, dan koherensi. Maslow mengatakan bahwa aktualisasi diri (self actualization) pada individu adalah bagian yang berkuasa. Dalam hal ini, individu berjuang secara terus-menerus untuk merealisasi potensi yang dimilikinya pada bagian yang terbuka baginya. Potensi individu jika berada di lingkungan yang tepat akan menghasilkan kepribadian individu tersebut menjadi sehat.
Apabila terdapat kegagalan atau ketidaksempurnaan individu untuk memuaskan kebutuhan dasar mereka, maka dapat mengakibatkan individu merasa kekurangan akan sesuatu karena kebutuhan memberikan sumbangan yang besar untuk berkembang seperti dalam bentuk kesehatan yang lebih baik maupun usia yang panjang. Kegagalan memenuhi kebutuhan dianggap sebagai penyebab utama psikopatologi, karena pengalaman kasih sayang anak-anak menjadi dasar perkembangan kepribadian yang sehat.
Kebutuhan yang lebih rendah hanya menghasilkan kepuasan biologis, sedangkan kebutuhan yang lebih tinggi dapat memberikan kepuasan biologis dan psikologis karena menghasilkan kebutuhan kehidupan batin. Namun, kebutuhan yang lebih tinggi melibatkan lebih banyak persyaratan dan lebih kompleks dibanding kepuasan pada tingkat yang lebih rendah. Menurut Maslow, penelitian yang komprehensif terhadap satu orang lebih berguna daripada penelitian ekstensif terhadap banyak orang apabila terkait dengan fungsi psikologis seseorang.

Ciri-ciri kepribadian sehat
1.   Menerima realitas secara tepat
Individu yang sehat mengamati segala hal secara objektif dan peka terhadap ketidakjujuran. Mereka bersandar pada keputusan dan persepsi mereka sendiri serta tidak terdapat pandangan-pandangan yang berat sebelah atau prasangka-prasangka. Semakin berpikir objektif, semakin baik pula kemampuan kita untuk berpikir secara logis. Sedangkan kepribadian yang tidak sehat mengamati dunia menurut ukuran subyektif mereka sendiri.
2.   Menerima diri dan orang lain apa adanya
Individu yang mengaktualisasikan diri adalah mereka yang menerima diri mereka. Meskipun manusia memiliki berbagai kelemahan, tetapi mereka tidak merasa malu atau merasa bersalah karena mereka menerima takdir mereka. Mereka santai dan puas dengan diri mereka sendiri dan penerimaan ini berlaku bagi semua tingkat kehidupan. Namun, orang-orang yang neurotis dilumpuhkan oleh persaan malu atau perasaan bersalah atas kekurangan yang dimiliki diri mereka.
3.   Bertidak secara alamiah dan tidak dibuat-buat
Pengaktualisasian diri bertingkah laku secara terbuka dan langsung tanpa berpura-pura. Kita dapat mengatakan bahwa orang-orang ini bertingkah laku sesuai dengan kodrat mereka.
4.   Memusatkan pada masalah-masalah bukan pada perseorangan
Orang yang mengaktualisasikan diri mencintai pekerjaan mereka dan berpendapat bahwa pekerjaan itu cocok untuk mereka. Pekerjaan bagi mereka adalah sesuatu yang ingin mereka lakukan bukan untuk mendapatkan uang atau kekuasaan, tetapi karena pekerjaan itu memuaskan kebutuhan. Menantang dan mengembangakan kemampuan-kemampuan mereka, serta menumbuhkan potensi diri.
5.   Memiliki kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain
Orang-orang yang mengaktualisasikan diri tidak tergantung pada orang lain untuk kepuasan mereka. Tingkah laku dan perasaan mereka terbilang egosentris sebab terfokus kepada diri mereka sendiri. Sebaliknya, orang-orang neuorotis terbilang sangat emosional tergantung pada orang-orang lain untuk kepuasan diri mereka.
6.   Memiliki ruang untuk diri pribadi
Pengaktualisasian diri berfungsi secara otonom terhadap lingkungan sosial dan fisik. Kepribadian yang sehat dapat berdiri sendiri dan tingkat otonomi mereka yang tinggi menaklukan mereka. Berbagai kemalangan yang dapat mengahancurkan individu yang sehat hampir tidak dirasakan oleh diri mereka sendiri.
7.   Menghargai dan terbuka akan pengalaman-pengalaman dan kehidupan baru
Menghargai berbagai pengalaman tertentu dapat menjadi suatu pandangan yang bagus atau menyegarkan terhadap dorongan setiap hari untuk bekerja. Sebagai akibatnya, mereka merasa kurang pasti tetapi tetap berterima kasih terhadap apa yang mereka miliki dan dapat mereka alami.
8.   Memiliki pengalaman-pengalaman yang memuncak
Maslow menunjukkan bahwa terdapat pengalaman-pengalaman ringan yang terkadang terjadi pada kita semua. Akan tetapi individu yang lebih sehat memiliki pengalaman-pengalaman puncak lebih sering daripada individu lain dan mungkin sering kali terjadi setiap hari.
9.   Memiliki identitas sosial dan minat sosial yang kuat
Pengaktualisasian diri memiliki perasaan empati dan afeksi yang sangat kuat dan dalam terhadap semua manusia karena mereka memiliki suatu perasaan persaudaraan dengan setiap manusia yang lainnya. Orang-orang yang sehat mengetahui bahwa mereka dapat mencapai hal-hal dengan lebih baik daripada orang-orang lain dan bahwa mereka melihat dan memahami hal-hal itu dengan lebih jelas.
10.   Memiliki relasi yang akrab dengan beberapa teman
Individu yang sehat memiliki cinta yang lebih besar dan persahabatan yang lebih dalam, serta identifikasi yang lebih sempurna dengan individu-individu lain. Mereka tidak menyukai dan kejam terhadap orang yang kritis, congkak atau sombong. Cinta mereka bukan cinta yang egoistik. Mereka memberi cinta sama pentingnya dengan menerima cinta dimana perhatian seseorang terhadap pertumbuhan dan perkembangan orang lain adalah sebanyak perhatian terhadap pertumbuhan diri mereka sendiri.
11.   Mengarah pada nilai-nilai demokratis
Orang yang sehat menerima semua orang tanpa memperhatikan perbedaan seperti kelas sosial, tingkat pendidikan, agama, ras, atau warna kulit. Mereka sangat siap mendengarkan atau belajar dari siapa saja yang dapat mengajarkan sesuatu kepada mereka.
12.   Memiliki nilai-nilai moral yang tangguh
Dapat membedakan dengan jelas antara sarana dan tujuan. Bagi mereka, tujuan atau cita-cita jauh lebih penting daripada sarana untuk mencapainya. Mereka sanggup membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah. Orang yang kurang sehat seringkali bingung atau tidak konsisten dalam banyak hal dan berganti-ganti antara benar dan salah menurut keuntungannya.
13.   Memiliki rasa humor yang tinggi
Humor pengaktualisasian diri bersifat filosofis yakni humor yang menertawakan manusia pada umumnya, tetapi bukan kepada seseorang yang khusus. Sedangkan individu yang kurang sehat menertawakan 3 macam humor yaitu humor permusuhan yang menyebabkan seseorang merasa sakit, humor superioritas yang mengambil keuntungan dari rasa rendah diri dari orang lain atau kelompok dan humor pemberontakan terhadap penguasa yang berhubungan dengan suatu situasi Oedipus.
14.   Menemukan hal-hal baru, ide-ide segar, dan kreatif
Kreatifitas merupakan suatu sifat yang diharapkan seseorang dari pengaktualisasian diri mereka adalah asli dan inovatif, meskipun tidak selalu dalam pengertian menghasilkan suatu karya seni. Bagi mereka, kreatifitas merupakan suatu sikap dan suatu ungkapan kesehatan psikologis serta lebih mengenai bagaimana cara individu mengamati dan beraksi terhadap dunia.
15.   Memiliki integritas tinggi yang total
Pengaktualisasian diri dapat berdiri sendiri atau pun otonom, mampu melawan dengan baik pengaruh-pengaruh sosial untuk berpikir atau bertindak menurut cara- cara tertentu. Akan tetapi mereka tidak terus terang mengenai kebudayaan. Daftar kualitas-kualitas pribadi yang hebat ini mungkin tampaknya seperti suatu pernyataan yang berlebihan atau karikatur dari kepribadian yang sangat sehat.

Perkembangan kesehatan mental menurut Maslow
Maslow ditentang oleh hasil generalisasi mengenai penemuan yang diturunkan dari penelitian atas “orang yang sakit mental” menjadi manusia yang utuh, ia berpendapat bahwa psikologi seharusnya memberi perhatian pada penelitian tentang kesehatan mental, yang mana dia memandang sebagai pemenuhan terhadap lima hierarki motivasi yang dikemukakannya. Dia mendasarkan teori motivasinya pada asumsi yang  optimis mengenai instrinsik manusia yang bersifat baik. Oleh karena itu, meskipun Maslow dianggap sebagai pendiri psikologi humanistik, dia juga dipandang sebagi pelopor dari Psikologi Transpersonal. Pandangannya yang menghubungkan kapasitas untuk pengalaman puncak (peak experience), menemukan resonansi dalam budaya tanding pada 1960-an dan ia dianggap sebagai nabi utama dari gerakan kesadaran. Selama 1960 dan 1970-an psikologi transpersonal berkembang berdampingan dengan penelitian tentang kondisi kesadaran yang lain. Meskipun demikian, pandangan Maslow tentang kondisi manusia dan model kesehatannya mampu membuka bidang baru dalam psikologi.

Kesimpulan

Teori kepribadian Maslow berdasarkan asumsi dasar mengenai motivasi. Maslow beranggapan bahwa motivasi memengaruhi keseluruhan individu dan berlangsung secara terus-menerus serta berlaku pada semua orang. Orang-orang termotivasi oleh lima kebutuhan berbentuk hierarki yang urutannya dapat terbalik dan seringkali tidak disadari, yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa cinta dan keberadaan, kebutuhan akan penghargaan, aktualisasi diri.
Menurut Maslow, manusia untuk bersifat baik secara manusiawi dan biologis. Kepribadian yang normal dan sehat ditandai oleh unitas, integrasi, konsistensi, dan koherensi. Apabila terdapat kegagalan atau ketidaksempurnaan individu untuk memuaskan kebutuhan dasar mereka, maka dapat mengakibatkan psikopatologi.
Ciri kepribadian sehat menurut Maslow yaitu menerima realitas secara tepat, menerima diri dan orang lain apa adanya, bertidak secara alamiah dan tidak dibuat-buat, memusatkan pada masalah-masalah bukan pada perseorangan, memiliki kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain, memiliki ruang untuk diri pribadi, menghargai dan terbuka akan pengalaman-pengalaman dan kehidupan baru, memiliki pengalaman-pengalaman yang memuncak, memiliki identitas sosial dan minat sosial yang kuat, memiliki relasi yang akrab dengan beberapa teman, mengarah pada nilai-nilai demokratis, memiliki nilai-nilai moral yang tangguh, memiliki rasa humor yang tinggi, menemukan hal-hal baru, ide-ide segar, dan kreatif, dan memiliki integritas tinggi yang total.


DAFTAR PUSTAKA
Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Feist, Jess dan Gregory J. Feist. (2012). Teori Kepribadian Buku 1 Ed. 7 (1st book Theories of Personality 7th). Jakarta : Salemba Humanika.
Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan Model-model Kepribadian Sehat. Yogyakarta : Kanisius.

Sunday, 20 March 2016

Kaitan Aliran Besar Psikologi dengan Kesehatan Mental - Kesehatan Mental (SOFTSKILL)


I.            ALIRAN PSIKOANALISA
Psikoanalisa merupakan suatu bentuk model kepribadian yang pertama kali diperkenalkan oleh Sigmund Freud (1856-1939). Menurut Freud, pikiran-pikiran yang ditekan, merupakan sumber perilaku yang tidak normal atau dapat menyebabkan gangguan kepribadian. Freud mengumpamakan pikiran manusia sebagai fenomena gunung es. Bagi Freud, kehidupan mental terbagi menjadi dua tingkat yakni alam sadar (conscious) dan alam tidak sadar (unconscious). Alam tidak sadar terbagi lagi menjadi dua tingkat alam tidak sadar (unconscious) dan alam bawah sadar (pre-conscious).
a.       Alam Tidak Sadar
Alam tidak sadar (unconscious) menjadi tempat bagi segala dorongan, desakan, maupun insting yang tak kita sadari ternyata mendorong perkataan, perasaan, dan tindakan kita.
b.      Alam Bawah Sadar
Alam bawah sadar (preconsciuous) ini memuat semua hal yang tak disadari tetapi bisa muncul dalam kesadaran dengan cepat atau agak sukar.
c.       Alam Sadar
Alam sadar memiliki elemen-elemen mental yang setiap saat berada dalam kesadaran. Ada dua pintu yang dapat dilalui oleh pikiran agar masuk ke alam sadar. Pintu pertama adalah melalui sistem kesadaran perseptual dan yang kedua datang dari dalam struktur mental dan mencakup gagasan-gagasan yang membuat cemas, tetapi terselubung dengan rapi yang berasal dari alam tidak sadar.

Freud mempunyai metode untuk membongkar gangguan - gangguan yang terdapat dalam ketidaksadaran diri seseorang yaitu dengan metode analisis mimpi dan metode asosiasi bebas. Teori Freud berdasrkan pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis yang sangat dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong individu untuk bertingkah laku. Menurut psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda yaitu: Id, Ego dan Super Ego.
a.       Id yaitu sumber segala energi psikis. Id merupakan sistem yang tidak di sadari serta dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan dan menghindari yang tidak menyenangkan. Id bekerja atas dasar prinsip kesenangan (pleasure principle).
b.       Ego bekerja atas dasar prinsip realita. Fungsi utama ego adalah untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan kenyataan. Kemampuan ego untuk menyeimbangkan energi-energi dari id dan dari superego sangat penting artinya, sebab apabila energi dari superego terlalu besar, maka seseorang akan menjadi selalu ragu-ragu dan terkekang. Namun, jika energi Id terlalu besar, maka seseorang akan lebih impulsif, egois, dan mengabaikan tata aturan sosial. Oleh karena itu, dikatakan bahwa ego berfungsi atas dasar prinsip realitas (reality principle).
c.       Superego adalah sistem moral dari kepribadian. Sistem ini berisi norma-norma budaya, nilai-nilai sosial, dan tata cara yang sudah diserap ke dalam jiwa. Id berprinsip mencari kesempurnaan (perfection). Superego terbentuk sebagai reaksi terhadap aturan masyarakat yang dihadapkan kepada anak oleh orang tua melalui mekanisme hukum dan ganjaran. Pada dasarnya Super Ego merupakan hati nurani seseorang dimana berfungsi sebagai penilai apakah sesuatu itu benar atau salah.

Terdapat 9 ciri-ciri kepribadian yang sehat menurut Freud yaitu :
1.      Mampu menilai diri sendiri secara nyata dan apa adanya tentang kelebihan dan kekurangan baik secara fisik, pengetahuan, keterampilan.
2.      Mampu menilai dan menerima situasi atau kondisi kehidupan yang dialami secara nyata dan secara wajar serta tidak mengharapkan kehidupan sebagai sesuatu yang sempurna.
3.      Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara nyata dan tidak menjadi sombong atau mengalami superiority complex. Jika mengalami kegagalan, tidak bersikap frustrasi tetapi menghadapinya dengan sikap optimistik.
4.      Menerima tanggung jawab  dan memiliki keyakinan dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
5.      Memiliki sifat yang mandiri dalam cara berpikir dan bertindak, mampu mengambil keputusan, dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma dan aturan  yang berlaku di lingkungan.
6.      Dapat mengendalikan emosi, dapat menghadapi situasi yang bersifat stressor secara positif  dan tidak secara destruktif (merusak).
7.      Berorientasi keluar (ekstrovert), memiliki empati terhadap orang lain, peduli terhadap masalah-masalah lingkungannya, menghargai dan menilai orang lain seperti dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain.
8.      Penerimaan sosial dengan cara mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.
9.      Faktor-faktor seperti achievement (prestasi) acceptance (penerimaan),dan affection (kasih sayang) mendukung pembentukan kebahagiaan dalam kehidupan manusia.

"Berdasarkan teori psikoanalisa yang dikemukakan oleh Freud, maka dapat diketahui bahwa kepribadian yang sehat adalah kepribadian yang memiliki keseimbangan antara id, ego, dan superego. Dimana dalam hal ini, ego berperan penting dalam menyeimbangkannya. Manusia dengan kepribadian yang sehat adalah mereka yang tidak sakit secara mental, baik itu berupa gangguan atau penyimpangan pada mentalnya, mereka yang dapat dengan mudah menyesuaikan serta menyeimbangkan antara dorongan dan keinginan yang dimilikinya dalam situasi tertentu, mereka yang belajar agar dapat memiliki kemampuan dalam mengatasi kecemasan dan tekanan yang dimiliki, serta mereka yang sudah sewajarnya berkembang sesuai dengan pola perkembangan yang ilmiah.
Dalam aliran ini, dapat diketahui bahwa Freud memandang sisi negatif yang dimiliki oleh individu dilihat dari alam bawah sadar, mimpi dan masa lalu. Aliran ini mempelajari kepribadian yang tidak sehat secara emosional. Jadi, aliran ini memberikan sudut pandang yang dinilai bersifat pesimistik tentang takdir manusia sebab manusia dianggap sebagai korban dari konflik masa kecil yang dimiliki dan berbagai tekanan biologis yang pernah dialami."


II.          ALIRAN HUMANISTIK
Abraham Maslow (1908-1970) adalah Bapak dari Psikologi Humanistik. Psikologi humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Psikologi Humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia. Menurut Psikologi Humanistik, manusia dipandang sebagai makhluk kreatif yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan - pilihannya sendiri serta bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.
Maslow mengemukakan teori motivasi yang ditulis dalam bukunya yang berjudul “Motivation and Personality”. Dalam buku tersebut diuraikan bahwa pada manusia terdapat lima macam kebutuhan yang berhierarki, meliputi :
1.       Kebutuhan fisiologis (the physiological needs)
2.      Kebutuhan rasa aman (the safety needs )
3.      Kebutuhan rasa cinta dan memiliki (the love and belongingness needs)
4.      Kebutuhan akan penghargaan diri (the self-esteem needs,
5.      Kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)


Menurut Maslow psikologi harus lebih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusian.  Terdapat 4 ciri psikologi yang berorientasi humanistik, yaitu:
1.       Memusatkan perhatian pada individu yang mengalami. Oleh sebab itu, berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer dalam mempelajari manusia.
2.      Memberi tekanan pada kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti kreativitas, aktualisasi diri, sebagai lawan pandangan tentang manusia yang mekanistis dan reduksionis.
3.      Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitian yang akan digunakan.
4.      Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertarik pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu.

Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, dan cinta dari orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard yang terbagi lagi menjadi 2 yaitu conditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive regard (tak bersyarat). Aliran ini memiliki pandangan yang optimis dan penuh harapan mengenai takdir manusia. Mereka yakin terhadap kemampuan manusia untuk memperluas, mengembangkan, dan memenuhi dirinya untuk menjadi apapun sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Aliran Humanistik juga menilai bahwa manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.

"Berdasarkan aliran humanistik, kepribadian yang sehat adalah individu yang perlu mengembangkan potensi yang dimilikinya dan tidak hanya mengandalkan pengalaman - pengalaman masa lalu yang hanya memberikan pembelajaran mengenai sesuatu yang benar  atau salah sebab hal tersebut dapat menghasilkan manusia memiliki respon yang pasif. Manusia harus mampu dalam mengatasi masa lalu dan harus berkembang melebihi segala sesuatu yang bersifat negatif yang mampu menghambat pertumbuhan manusia itu sendiri. Sedangkan ciri dari kepribadian normal atau sehat menurut aliran ini adalah manusia yang mampu menggunakan keunikan dalam diri masing-masing tanpa terpatok pada masa lalunya."
           

DAFTAR PUSTAKA
Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Feist, Jess dan Gregory J. Feist. (2010). Teori Kepribadian (Theories of Personality). Jakarta : Salemba Humanika.

Tuesday, 8 March 2016

Definisi Konsep Sehat - Kesehatan Mental


DEFINISI KONSEP SEHAT

Sehat adalah kondisi dimana organ-organ tubuh serta bagian tubuh lainnya secara keseluruhan dapat berfungsi dan bekerja dengan baik tanpa adanya gangguan dari segala bentuk penyakit maupun gangguan yang dapat mengganggu keseimbangan tubuh. Kesehatan itu sendiri dapat dilihat dari segi fisik, mental, maupun sosial seseorang. Sehat secara fisik yaitu seseorang yang tidak memiliki gangguan atau kelainan pada bagian fisiknya. Sehat secara fisik dapat diukur melalui tekanan darah atau rata-rata kecepatan denyut nadi seseorang. Meskipun fisik seseorang terlihat baik, namun apabila dirinya memiliki gangguan secara mental  maka orang tersebut dapat dikategorikan sebagai orang yang ‘sakit’. Kesehatan mental seseorang meliputi kemampuan spiritual dan emosi yang dimiliki seseorang. Misalnya seseorang yang tidak memiliki kontrol diri yang baik atau seseorang yang selalu berpikir negatif dapat dianggap sebagai orang yang sakit apabila hal tersebut dilihat dari segi mental yang dimilikinya.
Sedangkan seseorang yang sehat dilihat dari segi sosial adalah seseorang yang mampu menerima serta menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain dalam lingkungan tertentu dapat manjadi tolak ukur kesehatan sosial seseorang. Faktor ekonomi dan tingkat pendidikan merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam lingkungan sekitar karena memiliki peran yang cukup besar dalam membentuk individu yang sehat secara sosial. Dari pernyataan diatas, konsep sehat kemudian dibagi menjadi 5 dimensi yaitu :
1.      Dimensi Intelektual
Dimensi dimana bagaimana cara individu menggunakan kecerdasan berpikir yang dimilikinya dalam memecahkan suatu masalah. Kecerdasan berpikir yang dimiliki seseorang dapat bersumber dari berbagai pengalaman, pembelajaran, atau pengetahuan mengenai suatu hal atau informasi yang dimilikinya dan masih dapat diingat dengan baik sehingga informasi tersebut dapat membantu individu dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
2.      Dimensi Emosi
Dimensi bagaimana individu mampu mengendalikan emosi yang berada di dalam dirinya sendiri sehingga emosi yang sedang dirasakan tidak ditampilkan secara berlebihan. Sehat dilihat dari dimensi emosi dapat diukur dari bagaimana seseorang mampu menunjukkan emosi yang dirasakan dengan tepat dalam porsi serta situasi tertentu.
3.      Dimensi Sosial
Dimensi yang mencakup segala bentuk hubungan sosial antara individu yang satu dengan individu yang lainnya dalam suatu lingkungann tertentu. Keampuan seseorang dalam menjalin hubungan yang baik dengan orang lain melalui rasa saling menghargai tanpa membedakan kepercayaan yang dianut, status sosial ekonomi, atau suku bangsa tertentu dapat dijadikan sebagai patokan apakah seseorang sehat secara sosial atau tidak. Individu yang sehat secara sosial biasanya mampu dengan mudah beradaptasi di lingkungannya dan menerima norma yang berlaku serta tidak memiliki kesulitan dalam berinteraksi dengan masyarakat sehingga mereka dapat hidup dengan sejahtera dalam suatu lingkungan.
4.      Dimensi Fisik
Dimensi dimana seluruh organ tubuh yang dimiliki individu dapat bekerja dengan baik sehingga dirinya tidak merasakan sakit sebab tidak adanya penyakit yang mengganggu keseimbangan tubuhnya. Hal yang biasanya digunakan sesorang untuk menilai dirinya sehat secara fisik atau tidak adalah dengan melihat penampilan luar diri mereka sendiri sebab apabila seseorang memiliki organ tubuh yang sehat dan bekerja secara normal maka hal tersebut akan ditampilkan dan terlihat dari penampilan jasmaniah seseorang. Misalnya, seseorang yang kurang akan asupan cairan tubuh tentu akan berpengaruh pada kerja organ tubuhnya dimana organ tubuh tersebut dapat bekerja secara tidak maksimal. Ketidakmaksimal-an kerja organ tubuh karena kurang cairan ini kemudian dapat terlihat secara jasmaniah yaitu ditandai dengan kulit yang kering dan tidak lembab, serta tubuh yang mudah merasa lemas.
5.      Dimensi Spiritual
Dimensi yang menggunakan kepercayaan sebagai jalan untuk mencapai kedamaian hati dan jiwa seseorang. Individu yang sehat dilihat dari dimensi spiritual ialah individu yang menggunakan ajaran agama yang menjadi kepercayaannya untuk menuntun hidupnya agar damai dan sejahtera secara rohaniah, dimana hal tersebut ditandai dengan rasa syukur terhadap nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Rasa syukur dapat diwujudkan melalui ibadah yang dijalankan individu serta apakah individu tersebut mematuhi aturan-aturan yang dimiliki agamanya atau tidak.



KESIMPULAN
Sehat merupakan kondisi dimana tubuh terbebas dari segala penyakit atau kelainan yang dapat mengganggu keseimbangan tubuh. Sehat dibagi menjadi lima dimensi yaitu dimensi intelektual, emosi, sosial, fisik, dan spiritual. Kelima dimensi tersebut berperan penting dalam kehidupan individu sebab saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam membentuk kesehatan seseorang baik dari luar maupun dari dalam. Apabila salah satu dimensi memiliki gangguan maka akan berpengaruh pada dimensi lainnya yang kemudian dapat menjadi penyebab terganggunya kesehatan individu. Oleh sebab itu, kelima dimensi tersebut harus seimbang untuk menjaga kesehatan individu.



DAFTAR PUSTAKA
Schultz, Duane. (2011). Psikologi Pertumbuhan: Model-Model Kepribadian Sehat. Yogyakarta: Kanisius.
Semioun, Yustinus. (2006). Kesehatan Mental I. Yogyakarta: Kanisius.

Saturday, 27 June 2015

Analisis Film Berdasarkan Teori Kreativitas - Pengantar Kreativitas dan Keberbakat




Tokoh dari Teori Humanistik adalah Abraham Maslow, ia mengeluarkan teori mengenai hierarki kebutuhan manusia, yakni:
a.       Kebutuhan Fisik/biologis
Kebutuhan fisik/biologis adalah kebutuhan yang paling dasar seperti makanan, istirahat, minum, dll. Kebutuhan ini sangat kuat, dalam keadaan absolut maka semua kebutuhan lain ditinggalkan sehingga orang mencurahkan semua kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan ini.
Analisis: Dalam film tersebut, Guido mengambil enam butir telur saat pertama kali bertemu dengan Dora. Tindakan yang sebenarnya merupakan “hadiah” dari Dora ini tentu didasari akan adanya kebutuhan fisiologis Guido. (Menit ke 00:05:00 – 00:05:30)

b.      Kebutuhan akan Rasa Aman
Kebutuhan ini muncul ketika kebutuhan fisik terpuaskan dan bersifat pemuasan pada hal keamanan, stabilitas, keteraturan, kebebasan dari rasa takut maupun cemas. Pada dasarnya, kebutuhan ini adalah kebutuhan untuk mempertahankan hidup.
Analisis: Dalam film, Guido berusaha sebisa mungkin membuat suasana sulit dan menderita sebagai akibat dari ancaman Nazi dengan bercerita pada anaknya, Joshua bahwa ini semua hanya permainan. Ia, Joshua, dan orang-orang lain memiliki kebutuhan akan rasa aman, salah satunya diwujudkan Guido dengan berpikir positif dan berusaha membuat orang lain tersenyum. (Menit ke 01:00:00 – 01:05:00)

c.       Kebutuhan akan Kasih Sayang
Kebutuhan ini menjadi tujuan yang dominan ada pada manusia karena orang sangat peka terhadap penolakan atau cinta, maka kebutuhan ini penting sepanjang hidup. Menurut Maslow, cinta adalah hubungan sehat antara sepasang manusia yang melibatkan perasaan saling menghargai, menghormati dan mempercayai.
Analisis: Tidak mudah bagi Guido untuk bisa mendapatkan cinta Dora. Namun bermula dari kebutuhan akan kasih sayang, Guido mampu melakukan banyak hal untuk mendapatkan cinta Dora, salah satunya dengan mencari perhatiannya, dengan membuatnya masuk ke mobilnya saat hujan deras, dan membawa Dora dan berbicara banyak hal di suatu tempat. (Menit ke 00:29:45 – 00:34:00)

d.      Kebutuhan akan Penghargaan Diri
Kepuasan kebutuhan ini akan menimbulkan perasaan dan sikap percaya diri dan rasa diri berharga. Kebutuhan ini memiliki dua jenis, yaitu kebutuhan untuk bisa menghargai diri sendiri dan kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain.
Analisis: Guido betul-betul mampu menghargai dirinya sendiri. Dengan demikian ia akan dengan mudahnya menghargai orang lain. Salah satunya adalah ketika membuat kesalahan dengan menjatuhkan pot ke seorang pejabat Fasis, ia kemudian meminta maaf kepadanya dan bersifat jenaka, meski si pejabat marah-marah. Hal ini berarti Guido sangat asertif pada diri sendiri dan mampu membuat orang di sekitarnya tersenyum. (Menit ke 00:09:20 – 00:10:55)

e.       Kebutuhan akan Aktualisasi Diri
Aktualisasi diri adalah keinginan untuk memperoleh kepuasan dengan dirinya sendiri untuk menyadari semua potensi dirinya, untuk menjadi apa saja yang ia dapat lakukan dan untuk menjadi kreatif serta bebas mencapai puncak prestasi potensinya.
Analisis: Salah satu perilaku Guido yang menunjukkan kebutuhan aktualisasi diri adalah ketika ia berjuang sedemikian rupa untuk mendirikan sebuah toko buku. Tak berat memang, namun idealisme tentang toko buku tersebut membuatnya bertahan dan terus berjuang. (Menit ke 00:09:18 – 00:10:19)


Sinopsis Film "Life Is Beautiful"
Roberto Benigni, pemeran ayah dari seorang anak kecil berusia tujuh tahun. Istrinya dipisahkan Nazi dari suaminya. Benigni dan anaknya menjadi tawanan tentara Nazi Jerman di kamp. konsentrasi di Auschwitz. Mereka sudah tidak lagi memiliki kebebasan, hidup di dalam suatu kawasan yang dilingkari kawat berduri dan dijaga ketat pasukan Nazi bersenjata lengkap, serta anjing pemburu yang ganas. Namun Benigni "mengkondisikan" anaknya dengan mengatakan bahwa mereka sedang bermain perang-perangan, sehingga anaknya termotivasi untuk menang.
Pada suatu malam yang sangat dingin, di mana pakaian tidak memadai, serta kekurangan makanan, anaknya mulai merasakan penderitaan dan kebosanan yang amat sangat. Sang anak ingin menghentikan permainan tersebut dan berkata: "Saya tidak mau melanjutkan permainan ini." Benigni merasakan perasaan sang anak. Lalu dengan wajah sedih dan memelas Benigni berkata kepada sang anak: "Baiklah kita menyerah kalah, mari kita hentikan permainan ini," sambil membereskan pakaian dan perlengkapan yang dimilikinya, yaitu selimut kumal, baju kotor dan sepatu bututnya. Kemudian Benigni berjalan gontai ke arah pintu keluar kamar namun sang anak berubah pikiran dan ingin memenangkan permainan tersebut.
Pada suatu saat sang anak bertanya kepada sang ayah setelah mendengar berita dari temannya, Gianluca dan Bartolomeo, bahwa penghuni di kamp. konsentrasi ini akan dibakar hidup-hidup di dalam oven dan kemudian menjadi bahan pembuat kancing dan sabun! Benigni tercenung lalu menjawab dengan jenaka: "Masa sih temanmu si Gianluca dan Bartolomeo akan dijadikan bahan kancing dan sabun?" "Kalau begitu mari kita cuci tangan dengan sabun yang terbuat dari Gianluca." Kemudian Benigni mencopot salah satu kancing bajunya dan menjatuhkannya ke lantai dingin dan kotor seraya berkata: "Lihat, si Bartolomeo jatuh." Sang anak tertawa.
Suatu hari tiba-tiba pasukan Jerman melakukan pembunuhan massal di kamp. konsentrasi tersebut, setelah mengetahui bahwa pasukan sekutu akan menguasai kota Auschwitz. Benigni harus menyelamatkan anak dan istrinya. Maka mereka berdua melarikan diri dari kamar untuk mencari tempat persembunyian. Benigni menyembunyikan sang anak di dalam sebuah kotak kecil. Benigni berkata: "Nak, hari ini adalah puncak permainan. Kita harus menang. Kamu harus bersembunyi di dalam kotak ini dan jangan sampai terlihat oleh siapa pun karena semua orang akan mencarimu, kamu harus mendapatkan hadiah tank." Maka Benigni memasukkan sang anak ke dalam kotak tersebut. Lalu Benigni mencari ibu dari sang anak untuk menyelamatkannya pula. Sementara itu proses eksekusi atau pembantaian sedang berlangsung dengan keji. Pembunuhan massal dengan cara memasukkan para tawanan ke kamar gas dan kemudian membakar mayatnya. Abu mayat beterbangan di atas kota Auschwitz. Namun malang bagi Benigni, dia tertangkap oleh tentara Nazi. Dia digelandang oleh seorang tentara Nazi. Dan ketika mereka berjalan bertepatan melewati kotak kecil di mana sang anak bersembunyi, serta moncong senapan mengarah di belakang kepala Benigni, sang anak menatap dari lubang persembunyiannya. Seketika Benigni tersadar bahwa ia sedang diawasi anaknya, dan ia langsung berjalan dengan sikap tegak layaknya tentara yang sedang berparade sambil memberi hormat.


Sang anak merasa senang. Dua menit kemudian terdengar suara tembakan menyalak di batik tembok. Benigni ditembak mati.... Namun sang anak belum menyadari. Ia masih tetap bersembunyi, sesuai pesan sang ayah. Tiga jam kemudian, tiba-tiba terdengar suara menderu-deru. Sebuah tank Amerika lewat di depan tempat persembunyian sang anak. Sang anak langsung meloncat keluar sambil menatap tank Amerika tersebut: "Inilah hadiahku, aku menang ayah...." Tank tersebut berhenti, seorang tentara Amerika mengangkat anak tersebut dan mengikutsertakannya masuk ke dalam tank. Sang anak memenangkan permainan ini.

Kisah ini sekiranya bisa menggambarkan bagaimana dia mampu menentukan pilihan, sikap, dan reaksi atas kejadian yang menimpa anak dan dirinya. Kemampuan mengendalikan hati dan pikiran. Meskipun secara fisik ia terbelenggu, namun ia mampu berpikir merdeka. Berpusat pada prinsip. Tanpa memiliki prinsip yang kuat dan benar, maka rintangan dan cobaan tersebut niscaya akan menggilas dirinya.

Monday, 20 April 2015

SOFTSKILL (Pengantar Kreativitas dan Keberbakat)-VIDEO

Kelompok Softskill (Pengantar Kreativitas dan Keberbakat)

https://www.youtube.com/watch?v=FgnJDzi6diw&feature=youtu.be&noredirect=1


Ketua Kelompok : Alya C. Prasasti
Anggota         : Ade Suryani
                  Ajeng Sawitri
                  Meyta Mentari
                  Riska Putri D. Utami

Kelas           : 1 PA 02
Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma
2015

Saturday, 11 April 2015

EMOSI - PSIKOLOGI UMUM 2


Kadispenad: Yang Ditenteng Softgun Bukan Pistol
Pomdam Tangani Kasus Aksi Koboy Oknum TNI
Selasa, 1 Mei 2012 — 17:57 WIB


JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (kadispenad), Brigjen TNI Pandji Suko Hari Judho, menjelaskan kasus video aksi koboi oknum TNI yang muncul di youtube sudah ditangani oleh Pomdam Jaya. Hal itu dikatakannya menanggapi tayangan di youtube berdurasi beberapa menit dengan judul ‘Koboy Palmerah’.
Pomdam Jaya, kata jenderal bintang satu ini, telah memeriksa oknum anggota Denma Mabesad itu. Menurut keterangan kepada polisi militer, awalnya keributan dengan pengendara motor itu setelah mobil dinas itu digedor-gedor pengendara saat melintas di lokasi peristiwa.
Oknum tentara tersebut kaget, apalagi dituding jangan mentang-mentang anggota TNI berlalulintas tidak tertib. Akhirnya, oknum tersebut turun dari mobil karena mengira ada warga tertabrak atau tersenggol. Ternyata begitu dilihat tidak ada, lalu berujung cekcok dengan satu pengendara motor di pinggir jalan. “Mungkin anggota itu juga emosi,” kata Pandji.
Tenteng pistol, Pandji menjelaskan bahwa yang itu bukan pistol, tapi hanyalah softgun. “Itu bukan pistol, tapi softgun,” katanya.
Video ini di-upload di Youtube pada Senin (30/4/2012) dengan judul ‘Koboy Palmerah’ oleh seseorang dengan ID unpluggedtv. Tertulis, “Senin 30 April 2012, di Palmerah Selatan dekat halte Kompas. Seorang aparat menodongkan pistol ke wajah pengendara motor karena mobilnya terserempet. Aparat sensi ini sempat mengeluarkan tembakan ke atas”
Dalam video itu terlihat jelas seorang oknum TNI yang menggunakan kendaraan Toyota Avanza dengan pelat nomor TNI 1394-00 dan tanda bintang satu. Dan terlihat tengah cekcok dengan pengendara Vespa Piaggio putih yang memakai helm dan kaus biru.
(syamsir)


Apa itu emosi?
Pengertian emosi menurut beberapa ahli yakni:
a. Chaplin (1972) : emosi sebagai reaksi kompleks yang mengandung tingkatan aktivitas yang tinggi dan diikuti perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan perasaan yang kuat.
b. William James (1995) : emosi adalah kecenderungan untuk memiliki perasaan yang khas bila berhadapan dengan objek tertentu dalam lingkungannya.
Jadi, emosi adalah suatu reaksi yang ditimbulkan oleh seseorang yang ditandai dengan adanya perubahan fisiologis pada diri individu akibat adanya rangsangan (stimulus) dari luar maupun dari dalam individu.

Plotnik (2005) mengatakan bahwa ada 4 komponen dalam mendefinisakn emosi, yaitu:
1. Adanya penginterpretasian atau penilaian beberapa stimulus
2. Merasakan adanya suatu perasaan yang subjektif
3. Mendapatkan respon fisiologis
4. Memperlihatkan tingkah laku yang dapat diobservasi

Menurut saya, kasus tersebut adalah contoh kasus dari sebuah teori pembahasan mengenai emosi, yakni Teori James-Lange.
A. Teori James Lange
Teori James-Lange dikemukakan oleh Psikolog Amerika yakni William James dan Psikolog Eropa yaitu Carl Lange pada akhir abad ke-19. Teori ini mengatakan bahwa emosi merupakan persepsi dari keadaan jasmani dan faktor terpenting dari emosi yang dirasakan adalah umpan balik dari perubahan kejasmanian yang terjadi karena menghadapi situasi yang menakutkan/membahayakan. Maksut dari teori ini adalah “orang sedih karena menangis, orang takut karena gemetar, orang senang karena tertawa”. Teori ini juga disebut Paradoks James.
Secara umum, dapat dikatakan bahwa serangkaian kejadian dalam emosi yakni:
a. Kita menerima situasi yang akan menghasilkan emosi
b. Kita bereaksi kepada situasi tersebut
c. Kita memperhatikan reaksi kita.
Persepsi kita terhadap reaksi itu adalah dasar untuk emosi yang kita alami. Sehingga pengalaman emosi-emosi yang dirasakan terjadi setelah perubahan tubuh. Bentuk teori James-Lange :

STIMULUS - PERUBAHAN FISIOLOGIS - MERASA EMOSI - BARU MENYADARI BAHWA DIA EMOSI

B. Pembahasan Kasus
Menurut saya pada kasus ini terdapat 2 jenis emosi yang berbeda yakni kaget atau terkejut dan marah. Meski ada dua emosi, tetapi kasus tersebut tidak dapat diklasifikasikan dalam teori hubungan antar berbagai emosi (Pluthcik) karena emosi yang muncul tidak bersamaan melainkan bergantian. Proses terjadinya James-Lange Theory pada kasus tersebut yakni:
Emosi I
a. Stimulus : mobil dinas digedor-gedor pengendara saat melintas di suatu wilayah
b. Perubahan Fisiologis : peredaran darah makin cepat dan jantung berdebar-debar semakin kencang
c. Emosi yang terjadi : oknum tentara tersebut kaget.

Emosi II
a. Stimulus : mendapat tudingan kurang baik dari pengendara (“dituding jangan mentang-mentang anggota TNI berlalulintas tidak tertib.”)
b. Perubahan Fisiologi : peredaran darah makin cepat, jantung berdebar semakin kencang, paru-paru lebih cepat memompa udara, berkeringat.
c. Emosi yang terjadi : kemarahan oknum tentara. Hal tersebut dilihat dari kutipan “Seorang aparat menodongkan pistol ke wajah pengendara motor karena mobilnya terserempet. Aparat sensi ini sempat mengeluarkan tembakan ke atas.”

Mengapa pernyataan "Seorang aparat menodongkan pistol ke wajah pengendara motor karena mobilnya terserempet. Aparat sensi ini sempat mengeluarkan tembakan ke atas." disebut sebagai emosi marah?
Karena tindakan aparat yang menodongkan pistol ke wajah pengendara termasuk ke dalam tindakan emosional yang negatif.

Source : http://poskotanews.com/2012/05/01/pomdam-tangani-kasus-aksi-koboy-oknum-tni/