animasi blog

Thursday, 30 March 2017

BERBAGAI TERAPI DALAM ALIRAN HUMANISTIK - PSIKOTERAPI


TERAPI HUMANISTIK
Abraham Maslow merupakan seorang tokoh yang paling dikenal melalui teori humanistik yang dikemukakannya. Teori yang paling dikenal yaitu teori kebutuhan Maslow. Selain Maslow, tokoh lain yang juga terkenal dalam teori humanistik ini adalah Carl Rogers yang terkenal karena metode terapi yang digunakannya, yaitu metode Client-Centered Therapy. Konsep utama dari terapi humanistik adalah menekankan pada masa kini atau masa sekarang yang dimiliki individu, meskipun juga memusatkan pada pengalaman dasar manusia. Dalam terapi yang menggunakan pendekatan humanistik, terapis bertujuan untuk menghapus segala hal yang dapat mengahambat seseorang dalam mencapai aktualisasi diri, menjernihkan pola pikir dan perasaan seseorang serta membantunya untuk memecahkan masalahnya sendiri

JENIS-JENIS TERAPI
1.        Client-Centered Therapy
Client-Centered Therapy adalah jenis terapi yang dikembangkan oleh Carl Rogers. Terapi ini biasanya digunakan pada individu mengalami problematika secara emosional yang mampu membuat individu tersebut menjadi pribadi yang tidak berfungsi sepenuhnya. Dalam terapi ini, kepercayaan yang dibangun antara klien dan terapis merupakan kunci utama dari keberhasilan terapi ini. Dengan adanya hubungan dan kepercayaan yang baik antara keduanya, maka terapis dapat membuat klien merasa bebas dalam mengeksplorasi hal-hal di dalam kekehidupannya yang sekarang diingkari.
Client-Centered Therapy menggunakan beberapa teknik dasar yang mencakup mendengarkan, merefleksikan perasaan/ pengalaman individu, dan menjelaskan. Tetapi, perlu diketahui bahwa dalam terapi ini, terapis tidak berusaha untuk menggali informasi lebih dalam dan lebih jauh lagi. Hubungan yang dibangun antara klien dan terapis harus baik mencakup beberapa hal seperi terapis harus bisa menerima klien tanpa adanya penilaian terhadapnya baik secara positif atau negatif, perkataan dan perbuatan terapis harus bersifat selaras, dan terapis harus memiliki empati yang kuat.

2.        Gestalt Therapy
Terapi gestalt adalah terapi yang dikembangkan oleh Fritz Perls. Konsep utama dari terapi ini adalah adanya penerimaan diri dan tanggung jawab. Fokus utama terapi ini adalah dengan menantang klien untuk merubah ketergantungan yang ada dalam dirinya sendiri terkait dukungan yang diberikan oleh lingkungan menjadi kepada dukungan dari diri sendiri. Dalam pendekatan ini juga, terapis jauh lebih memusatkan perhatian pada perilaku yang ditunjukkan oleh klien.
Salah satu kelebihan dari terapi ini adalah pengalaman masa lalu yang dimiliki klien akan dibawa ke masa sekarang, sehingga hasilnya jauh lebih baik daripada hanya terfokus pada pengalaman masa lalu klien saja, namun memang paerlu diakui bahwa kekurangan dalam terapi ini adalah kurang memperhitungkan faktor-faktor kognitif yang dimiliki individu.


3.        Analisis Transaksional
Eric Berne merupakan seorang tokoh dokter jiwa yang mengembangkan terapi analisis transaksional. Terapi analisis transaksional merupakan salah satu bentuk terapi yang terfokus pada kemampuan individu dalam pengambilan keputusan, sebab terapi ini menekankan pada aspek cognitive-rational-behavioral yang dimiliki individu ketika melakukan pengambilan keputusan. Terapi ini merupakan terapi dengan metode yang cepat dan praktis sebab terapi ini pada awalnya digunakan oleh Berne untuk memeriksa kondisi mental ratusan prajurit Amerika sehingga ia memiliki waktu yang terbatas.

4.        Rational-Emotive Therapy
Manusia dianggap sebagai makhluk yang unik dan memiliki kemampuan untuk berpikir rasional dan irasional, dimana hal tersebut dikemukakan oleh tokoh Rational-Emotive Therapy yaitu Albert Ellis. Manusia yang berpikir rasional akan merasa bahagia, dan berkompeten melakukan segala hal, sedangkan ketika etika berpikir irasional maka individu menjadi kurang efektif dalam menjalani kegiatannya sehari-hari. Adanya reaksi emosional dalam diri seseorang dapat disebabkan oleh interpretasi dan persepsi yang hadir dalam diri baik secara disadari maupun tidak. Adanya hambatan emosional tersebut merupakan akibat dari pola pikir individu yang irasional, dimana emosi menyertai individu dalam berpikir. Pola pikir manusia yang tidak rasional biasanya diperoleh dari orang tua dan budaya tempat individu dibesarkan. Pola pikir irasional akan terlihat dari kata-kata yang digunakan yang mampu menunjukkan bagaimana cara berpikir manusia.

5.        Analisis Eksistensial dan Logotherapy
Tokoh yang mengembangkan terapi analisis eksistensial tidak hanya satu melainkan dua tokoh, diantaranya Rollo May dan James F. T. Bugental. Sedangkan logotherapy dikembangkan oleh Viktor Frankl. Mengubah pola piker manusia merupakan konsep dasar yang terdapat dalam terapi eksistensial ini. Perubahan pola pikir tersebut mencakup dari kondisi inidivu yang lemah dan tidak berdaya menjadi lebih bertanggung jawab dan mampu mengambil alih dan mengontrol kehidupannya sendiri, serta menemukan kesadaran diri. Konsep teori eksistensialis ini tidak memandang proses terapi sebagai cara untuk memahami dan mengerti kondisi individu yang mengalami bermasalah, namun terapi ini memandang klien sebagai individu bukan hanya sekadar dilihat dari aspek perilakunya tetapi juga dari segi mekanisme diri nya sendiri.

SUMBER
Palmer, S. (2010). Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Papalia, DE, Olds dan Feldman. (2009). Human Development Eleventh Edition. New York: McGraw-Hill.

Sunday, 26 March 2017

BERBAGAI TERAPI DALAM ALIRAN PSIKOANALISA - PSIKOTERAPI


APA ITU TERAPI PSIKOANALISIS?
Psikoanalisa merupakan teori dari psikoterapi yang berasal dari Sigmund Freud sebagai pencetus teori psikoanalisa itu sendiri. Freud mengatakan bahwa timbulnya gejala neurotis pada individu bisa disebabkan karena memori yang ditekan. Memori yang ditekan tersebut biasanya seringkali mengenai hal yang membuat traumatis terkait dengan pengalaman seksual pada masa kanak-kanak.

TUJUAN TERAPI PSIKOANALISIS
Untuk merekonstruksi kembali karakter individu dengan cara membuat individu merasa sadar akan hal yang sebenarnya tidak disadari dalam diri klien dan terfokus pada usaha pengembaliannya diri ke pengalaman masa kecil.

JENIS-JENIS TERAPI
1)         Analisis Mimpi
Analisis mimpi merupakan suatu prosedur yang penting untuk mengetahui hal-hal yang tidak disadari dan memberikan penjelasan kepada klien atas beberapa area masalah yg tidak terselesaikan. Buku Freud yang terkenal dan berkaitan tentang analisis mimpi yaitu berjudul “The Interpretation of Dreams”. Bagi Freud, mimpi adalah pemenuhan yang tersamarkan dan bersifat halusinasi atas keinginan-keinginan yang terpaksa ditekan.
Selama individu tertidur, pertahanan dirinya melemah sehingga perasaan-perasaan yang ditekan akan muncul meskipun dalam bentuk lain. Freud juga beranggapan bahwa melalui mimpi, maka hasrat, kebutuhan, dan ketakutan tak sadar yang dimiliki manusia dapat diketahui. Mimpi memiliki dua tingkatan, yaitu isi laten yang terdiri atas motif-motif yang tersembunyi dan tidak disadari karena menyakitkan dan mengancam. Dorongan-dorongan seksual dan perilaku agresif tak sadar (isi laten) diubah ke dalam isi manifes yang lebih dapat diterima, yaitu mimpi yang tampil pada si pemimpi sebagaimana adanya.
Dalam analisis mimpi, tugas terapis adalah mengartikan makna yang disamarkan oleh si pemimpi dengan mempelajari berbagai tanda yang terdapat dalam isi manifes.

  
2)       Asosiasi Bebas
Teknik utama dalam terapi psikoanalisis adalah asosiasi bebas. Asosiasi bebas adalah metode untuk memanggil kembali pengalaman individu yang berkaitan dengan situasi traumatis di masa lalu dengan cara meminta klien untuk berbaring di atas sofa dan terapis duduk di belakang kepalanya. Hal tersebut berguna agar terapis tidak mengalihkan perhatian klien ketika asosiasinya sedang mengalir dengan bebas. Dalam terapi ini, terapis meminta klien untuk mengosongkan pikirannya mengenai pikiran atau renungan sehari-hari, serta dapat mengatakan apa pun yang muncul dan melintas dalam pikiran.
3)       Penafsiran (Interpretasi)
Interpretasi adalah prosedur dasar dalam menganalisis asosiasi bebas, mimpi-mimpi, resistensi, dan transferensi. Dalam metode interpretasi, terapis menyatakan dan mengajarkan klien makna dari setiap tingkah laku yang dimanifestasikan di dalam mimpi, asosiasi bebas, dan resistensi. Fungsi dari interpretasi adalah agar dapat mendorong ego untuk bisa mempercepat proses pemberian arti pada alam bawah sadar. Interpretasi yang diberikan oleh terapis bisa menghasilkan pemahaman pada diri klien.

4)       Analisis Resistensi
Resistensi ditujukan untuk membantu klien agar menyadari berbagai alasan yang ada dibalik resistensi sehinggag klien dapat menanganinya. Resistensi dapat mencegah klien mengemukakan hal-hal yang tidak disadari. Selama asosiasi bebas dan analisis mimpi, klien dapat menunjukkan penolakan untuk menghubungkan pikiran, perasaan, dan pengalaman tertentu. Freud memandang bahwa resistensi dianggap sebagai peristiwa dilematis tak sadar yang digunakan oleh klien sebagai pertahanan terhadap kecemasan yang mungkin muncul dan akan meningkat apabila klien sadar atas perasaan yang ditekan tersebut.

5)       Analisis Transferensi
Selain asosiasi bebas, analisis transferensi juga merupakan teknik utama dalam teori psikoanalisis karena mendorong klien untuk memunculkan kembali pengalaman masa lalunya dalam terapi. Transferensi adalah pemindahan emosi dari satu hal ke hal lain, atau lebih khususnya adalah pemindahan emosi dari orang tua kepada terapis. Dalam keadaan neurosis, pemuasan libido klien yang diperoleh melalui mekanisme pengganti seperti kasih saying. Misalnya adalah ketika seorang klien jatuh cinta pada terapis sebagai pemindahan dari orang tuanya. Dengan cara ini, maka diharapkan klien dapat memunculkan kembali masa lalu klien dalam terapi dan memungkinkan klien agar bisa mendapat pemahaman atas sifat-sifat dari fiksasi dan konflik yang ada, serta mengatakan kepada klien pemahaman mengenai pengaruh masa lalu terhadap kehidupannya di masa kini.


KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TERAPI PSIKOANALISIS
Kelebihan :
1.      Terapi-terapinya berdasar pada teori yang kuat.
2.    Terapis dapat mengungkap masa lalu klien secara mendalam.
3.  Dapat membantu klien mengetahui masalah apa yang sebenarnya tidak disadarinya.
Kekurangan:
1.   Terapis harus sudah sangat menguasai dan terlatih dalam melakukan terapi.
2.    Memakan banyak waktu dan biaya
3.    Tidak semua pengalaman masa lalu dapat dibawa ke alam sadar

DAFTAR PUSTAKA
Basuki, H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Feist, J., Feist, G.J. (2010). Teori Kepribadian (Theories of Personality). Jakarta: Salemba Humanika.
Surya, M. (2003). Teori-teori Konseling. Bandung: C.V. Pustaka  Bani Quraisy.


Saturday, 3 December 2016

#SIP RANCANG INTERFACE DAN FLOWCHART UNTUK APLIKASI PSIKOLOGI

INTERFACE
Interface menjelaskan sebuah cara yang umum dalam menetapkan sifat dari beragam class. Mereka menyediakan beragam class, tanpa memperhatikan hierarkinya untuk mengimplementasikan sifat-sifat yang umum. Interface adalah class yang berisi deklarasi metode tanpa adanya implementasi dan semua properti yang dimiliki bersifat final. Interface tidak terikat dengan class hierarki. Interface mendefinisikan sebuah (signature) dari sebuah kumpulan metode tanpa tubuh. Interface diperlukan dalam teamwork. Sebuah Interface mendefinisikan protokol untuk berkomunikasi antara dua objek :
1.             Class yang meng-implements sebuah interface harus implement semua method yang dideclarasikan di dalam Interface.
2.             Nama interface dapa digunakan di mana saja.

TUJUAN INTERFACE
Karena interface merupakan penghubung antara program satu dengan program yang lain dan antara software satu dengan software lain, interface sangat diperlukan.

PRINSIP PERANCANGAN MUKA
1.             User Compatibility yakni kesesuaian tampilan dengan user karena user yang berbeda memiliki kebutuhan yang berbeda pula.
2.             Product Compatibility, artinya bahwa produk aplikasi yang dihasilkan harus sesuai. Tampilan yang sama, baik untuk user yang awam maupun yang ahli.
3.           Task Compatibility, berarti fungsional dari tugas yang ada harus sesuai dengan tampilannya
4.     Work Flow Compatibility, yaitu satu tampilan layar aplikasi dapat digunakan untuk melakukan berbagai macam pekerjaan.
5.             Consistency, misalnya adalah jika anda menggunakan istilah save yang berarti simpan, maka gunakan terus istilah tersebut.
6.       Familiarity, yakni dengan menggunakan simbol-simbol yang familiar dengan user.
7.             Simplicity, dimana aplikasi telah menyediakan pilihan yang simpel dan sederhana untuk suatu pekerjaan.
8.         Direct Manipulation, misalnya untuk memiringkan huruf, cukup dengan ctrl+I.
9.            Control, yakni dengan memberikan kontrol penuh pada user.
10.   WYSIWYG atau What You See Is What You Get yakni dengan membuat tampilan mirip seperti kehidupan nyata user.
11.         Flexibility, mengizinkan user melakukan perubahan terhadap tampilan mereka sendiri.
12.    Responsiveness, tampilan yang dibuat harus bisa memberikan respon kepada user secara real time.
13.     Invisible Technology, user tidak menganggap penting algoritma apa yang digunakan.
14.    Robustness atau handal. Dapat mengakomodir kesalahan yang dilakukan oleh user. Jangan sampai error atau crash.
15.       Protection, yakni dengan melindungi user dari kesalahan yang umum dilakukan. Misalnya dengan adanya fitur back atau undo.
16.         Ease of learning, yakni splikasi mudah dipelajari.
17.         Ease of use, yakni splikasi mudah untuk digunakan.

USER INTERACTION
Bagaimana user dapat melakukan komunikasi dengan sebuah sistem/ aplikasi untuk menyelesaikan sebuah tugas tertentu disebut dengan istilah user interaction. Terdapat dua masalah saat melakukan perancangan user interaction yaitu pertama, bagimana informasi yang diberikan user dapat dimengerti oleh komputer. Kedua, dengan menyusun user interface yang baik agar dapat menyatukan user interaction dan information presentation.

USER GUIDANCE
User guidance adalah suatu fasilitas sistem seperti online help, error messages, dan user manual. User guidance perlu disatukan dengan user interface untuk membantu user saat membutuhkan informasi tentang sistem atau saat ada kesalahan yang dilakukan sistem dan tidak dimengerti oleh user.


Video terkait interface.

FLOW CHART
Flow chart berasal dari kata bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program sistem secara logika. Bagan alir (flowchart) digunakan sebagai alat bantu komunikasi dan dokumentasi. 

JENIS - JENIS FLOW CHART
1.             Bagan alir dokumen (document flowchart).
Document flowchart atau form  flowchart/ paperwork flowchart adalah bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.
2.             Bagan alir sistem (systems flowchart).
Flowchart ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.
3.             Bagan alir skematik (schematic flowchart).
bagan alir ini mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah, bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem, juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Penggunaan gambar tersebut untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir.
4.             Bagan alir program (program flowchart).
Bagan alir program  (program flowchart) adalah bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam, yaitu bagan alir logika program (program logic flowchart) dan bagan alir program komputer terinci  (detailed computer program flowchart).
5.             Bagan alir proses (process flowchart).
Bagan alir proses (process flowchart) banyak digunakan di teknik industri dan berguna untuk analisis sistem yang menggambarkan proses suatu prosedur.

Video terkait flowchart

KONSELING ONLINE

“Counseling is a learning-oriented process, carried on in a simple, one-to-one social environment, in which a counselor, professionally competent in relevant psychological skill and knowledge, seeks to assist the client, by methods appropriate to the latter’s needs and within the context of the total personnel program, to learn more about himself and to accept himself, to learn how to put such understanding into effect in relation to more clearly perceived, realisticaly defined goals to the end that the client may become a happier and more productive member of his society.”
(Gustad’s, 1995)

“A   counseling   relationship   denotes   that   the   persons seeking  help  retain  full  freedom  of  choice  and  decision  and  that  the  helping  person  has  no authority  or   responsibility   to   approve  or   disapprove   of  the   choices     or  decisions   of  the counselee  or  client”.
(Ethical  Standard  of  American  Personnel  and  Guidance  Association, 1976)

“Konseling online adalah layanan terapi yang relatif baru. Konseling dikembangkan dengan menggunakan teknologi komunikasi dari yang paling sederhana menggunakan email, sesi dengan chat, sesi dengan telp pc-to-pc sampai penggunaan dengan penggunaan webcam (video live sessions), yang secara jelas menggunakan komputer dan internet.”
(Fields, 2011)

Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa konseling online dapat yaitu proses konseling yang dilakukan dengan alat bantu jaringan sebagai penghubung antara konselor dengan klien dimana dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi, komputer dan internet.

PROSES  KONSELING ONLINE
Proses konseling dapat dibagi menjadi dua tahap yaitu:
1.             Tahap Persiapan
Tahap persiapan mencakup aspek teknis penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak yang mendukung penyelenggaraan konseling online.
2.             Tahap  Konseling
Tahapan konseling online tidak jauh berbeda dengan tahapan proses konseling face-to-face.

MEDIA KONSELING ONLINE
1.             Website/situs
Ketika hendak melakukan konseling online, konselor dapat menyediakan sebuah  alamat  situs. Situs  ini  menjadi  alamat  untuk  melakukan  praktik secara online sehingga klien yang  hendak melakukan  konseling  online  dapat  berkunjung  ke  situs  tersebut terlebih untuk  selanjutnya melakukan konseling  online.
2.             Video  conferencing
Video konferensi adalah suatu pertemuan yang dibantu oleh media jaringan seperti telefon ataupun media lainnya yang digunakan untuk transfer data video. Alat khusus dalam konseling online menggunakan video konferensi masih terbilang sangat mahal sehingga konselor dan klien bisa menggunakan fasilitas video konferensi yang terdapat pada beberapa aplikasi Instant Messaging yang menyediakan fasiltitas video call.
3.             Email
Email atau surat elektronik merupakan sistem yang memungkinkan pesan berbasis teks untuk dikirim dan diterima secara elektronik melalui beberapa komputer atau telepon seluler. Terdapat banyak penyedia account email seperti @yahoo, @gmail, @aim, @hotmail, @mail, @tekomnet, @plasa dll.
4.             Chat , Instant Messaging  dan  Jejaring  Sosial
Dalam dunia internet, chat adalah sebagai kegiatan komunikasi melalui sarana beberapa baris tulisan singkat yang diketikkan melalui keyboard. Sedangkan percakapannya dikenal dengan istilah chatting.. Percakapan ini bisa dilakukan dengan saling berinteraktif melalui teks, maupun suara dan video.
5.             Telepon/ handphone
Telefon dapat dimanfaatkan untuk melakukan konseling. Konselor dan klien bisa saling tehubung dengan menggunakan perangkat ini.

MANFAAT KONSELING ONLINE
1.             Mengurangi jadwal yang sulit dipertemukan.
2.             Merubah orientasi klien terhadap proses konseling.
3.             Peluang diberkan pada klien untuk mengakses dari lokasi terpencil.
4.             Memperluas akses penilaian dan penafsiran terhadap hasil test.
5.             Membantu melaksanakan penilaian dan tugas-tugas.
6.             Memotivasi dan mendorong individu menggunakan ‘self-help’.

CONTOH KONSELING ONLINE


REFERENCES
Gibson, R.L. & Mitchell, M.H. (2008). Introduction to counseling and guidance. New York: Macmillan Publisher.

Jogiyanto. (1990). Analisis dan desain sistem informasi. Yogyakarta: Andi Off Set.

Prayitno. (2004). Seri layanan konseling. Padang: FIP.


Tavri D. M. Analisa perancangan sistem pengolahan data. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Saturday, 26 November 2016

#SIP A.I DAN EXPERT SYSTEM

ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND EXPERT SYSTEM
Sebelum membahas lebih jauh mengenai persamaan, perbedaan, maupun jenis-jenis dari expert system, alangkah baiknya kita ketahui dan pahami terlebih dahulu mengenai expert system itu sendiri. Check it out!


WHAT’S EXPERT SYSTEM?
Expert system (sistem pakar) adalah sistem yang menggunakan pengetahuan serta teknik penalaran yang dimiliki manusia sebagai pakar yang berada tersimpan dalam komputer serta seringkali dipakai untuk permasalahan yang memang membutuhkan pakar tertentu dalam penyelesaiannya.

WHAT’S THE SIMILARITY BETWEEN A.I AND EXPERT SYSTEM?
Secara garis besar, persamaan dari artificial intelligence dan sistem pakar adalah sama-sama digunakan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam memecahkan setiap permasalahan yang muncul.

WHAT’S THE DIFFERENCE BETWEEN A.I AND EXPERT SYSTEM?
Perbedaan antara A.I dan expert system terletak pada fokus dari masing-masing sistem itu sendiri. A.I berfokus pada langkah atau jalur yang berorientasi pada perangkat keras (hardware) untuk dapat mencapai hasil yang maksimal. Sedangkan expert system berfokus pada si perancang sistem yang dianggap sebagai objek dalam menyiapkan suatu sistem agar kelak nantinya akan didapatkan hasil yang maksimal.


EXPERT SYSTEM : ELIZA, PARRY, and NETtalk
1.             ELIZA
Tahun 1966, Eliza diperkenalkan oleh Joseph Weizenbaum pada publik dimana merupakan sistem yang dapat menipu pengguna hingga mereka percaya bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan manusia asli. Program ini bertujuan untuk meniru pembicaraan antara psikolog dan pasiennya. Dalam hal ini, Eliza berperan sebagai psikoterapis yang memberikan masukan, saran, dan nasihat terkait dengan masalah yang dialami penggunanya.
2.             PARRY
Kenneth Colby merupakan seorang psikiatris yang membuat sistem Parry pada tahun 1972. Parry dibuat sebagai suatu program lanjutan dari Eliza. Tujuan dari Parry adalah untuk merefleksikan pikiran yang dimiliki pasien dengan mental paranoid yang cukup serius. Parry merupakan suatu program yang menjalankan model yang masih mentah dari perilaku schizophren paranoid berdasarkan kepercayaan dan penilaian tentang konseptualisasi yang terdiri dari penerimaan, penolakan, dan netral.
3.             NET TALK
Suatu gerakan untuk menjelaskan kemampuan intelektual miliki manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan atau jaringan syaraf dalam ilmu kognitif dikenal dengan istilah connectionism. Jaringan syaraf tersebut terdiri dari sebagian besar unit  atau young analog neuron yang secara bersama-sama mengukur kekuatan hubungan antara unit. Percobaan yang dilakukan pada model ini menunjukkan kemampuan untuk mempelajari berbagai keterampilan seperti mengenali wajah dan membaca.
Para pengguna connectionism  atau kerap disebut dengan connectionists telah menciptakan kemajuan yang signifikan. Terdapat tiga percobaan populer yang telah mendorong connectionists mempercayai bahwa JST adalah model yang baik dari kecerdasan manusia. Salah satunya adalah pada tahun 1987 kerja dari Sejnowski dan Rosenberg di jaring yang dapat membaca teks bahasa Inggris yang kemudian disebut debagai NETtalk. Kinerja NETtalk di berbagai tahap pelatihan mendengarkan sangat menarik, awalnya output random noise kemudian terdapat suara seperti mengoceh, lalu seolah-olah suara dalam berbahasa Inggris yakni double-talk atau suatu pidato yang dibentuk dari suara yang menyerupai kata dalam bahasa Inggris. NETtalk melakukan pekerjaan yang cukup baik ketika mengucapkan teks diberikan pada akhir pelatihan.

REFERENCES
H. A. Simon. (1987). Sistem Pakar Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
Mc. Leod .R., Schell. G.P. (2008). Sistem informasi manajemen 10th edition. Jakarta: Salemba Empat.
Kusumadewi, S. (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta: Graha Ilmu.